Syahid
dalam medan jihad memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Al Qur'an
dan al Sunnah telah banyak menyebutkan keutamaannya. Para sahabat dan
ulama salaf telah berlomba untuk mendapatkannya.
Kesyahidan adalah nikmat
Al
Qur'an menyebutkan bahwa kesyahidan merupakan anugerah nikmat dari
Allah bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Anugerah ini menghantarkan
pemiliknya kepada kesempurnaan hidup, keberuntungan dan kebahagiaan.
Allah berfirman:
وَمَن
يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ
عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء
وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
“Mereka
itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh
Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati
syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka Itulah teman yang
sebaik-baiknya.” (QS. Al Nisaa: 69)